The Owner

My photo
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hi! Welcome to Gristia's whole world. I'm 18, a student who majoring statistics, traveler in part time, teenager in full time. More about me? Let's be friend just contact me on my web. Enjoy ;)

Monday, February 13, 2017

Kalimantan Barat dengan Pesona Alam yang Indah


Kalimantan Barat kaya akan pesonanya yang indah. Itulah salah satu dari sekian banyak hal yang membuat aku bangga menjadi warga asli Kalimantan Barat. Bagaimana tidak, selain budayanya yang mempesona, aku disuguhi dengan pesona alamnya juga. Pesona alam apa saja? Mari simak ceritaku tentang Jejaring Wisata Kalimantan Barat.

Semenjak menduduki bangku kuliah, aku mulai tertarik untuk menjelajahi Kalimantan Barat. Awalnya, aku tertarik karena melihat banyak sekali foto di instagram tentang keindahan obyek wisata Kalimantan Barat. Cerita orang-orang tentang keindahan alam Kalimantan Barat menambah rasa penasaranku untuk menyaksikan pesona alam Kalimantan Barat dengan mataku sendiri. Aku yang masih sangat dijaga oleh orang tuaku, memberanikan diri untuk mohon izin menapakkan kaki ku mengitari Kalimantan Barat disetiap liburan semester perkuliahan. Adapun obyek wisata di Kalimantan Barat yang berhasil membuatku berdecak kagum setelah mendatanginya.

Rute yang aku tempuh untuk sampai ke Riam Jugan adalah dari Singkawang menuju Bengkayang. Aku pergi menggunakan sepeda motor menuju Riam Jugan yang berlokasi di Dusun Jugan, Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. Perjalanan yang aku tempuh pun lumayan ekstrim karena jalan yang berkelok - kelok di kaki bukit, di tengah hutan, dan beberapa tepian jalan adalah jurang. Berhati - hati dan berdoa adalah modal utamaku di sepanjang perjalanan. Namun, sesekali aku menyaksikan keindahan alam dari ketinggian jalan aspal yang aku tempuh di perjalanan. Riam Jugan sangat mudah dijangkau karena lokasi nya yang strategis di tepi jalan dengan papan nama “Riam Jugan” di depan nya.
Air nya sangat dingin dan segar ketika aku merendam badanku di Riam Jugan. Ingin rasanya kuminum langsung air yang ada disana karena sangat jernih, bersih dan dingin walaupun cuaca saat itu sedang panas – panasnya. Saat ini, Riam Jugan sudah mulai dikelola oleh pemerintah setempat dengan adanya fasilitas kamar mandi untuk mandi, buang air kecil, dan berganti pakaian. Jumlah pengunjung Riam Jugan pun bertambah. Aku berharap saat aku berkunjung lagi ke Riam Jugan kebersihannya tetap terjaga seperti saat pertama kali aku menapakkan kakiku kesana. Riam Jugan yang indah, dengan suara gemericik air nya yang menenangkan, air nya yang sangat bersih dan jernih, dan sejuknya suasana disana dengan pohon – pohon di sekitarnya. Cerita dan foto - foto yang lebih banyak tentang Riam Jugan dapat dilihat disini.


Obyek wisata Kalimantan Barat yang berhasil membuatku tidak puas hanya dengan satu kali berkunjung adalah Pulau Lemukutan. Pulau Lemukutan terletak di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Pulau Lemukutan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Tak heran jika air lautnya yang sangat biru, bahkan orang – orang yang beruntung dapat menyaksikan lumba – lumba di waktu tertentu. Kunjungan pertamaku, aku menyeberang dengan kapal kelotok dari dermaga Pantai Samudera Indah (Karimunting) menuju dermaga Teluk Cina Pulau Lemukutan kemudian berjalan kaki melewati hutan ke daerah Porok (Pulau Lemukutan bagian Utara) di ujung pulau. Kemudian aku membangun tenda di sana. Daerah Porok masih belum terjamah oleh listrik, tanpa penerangan, serta jauh dari pemukiman penduduk. Namun, laut di daerah Porok kaya akan batu – batuan yang indah. Mata air yang segar juga tersedia disana sehingga kami tidak kesulitan untuk makan, minum, dan mencuci. Kesan pertama yang muncul di benak ku adalah kesan indah saat aku melihat airnya yang sangat bening, bersih, dan jernih sehingga pemandangan di bawah air dapat aku saksikan. Aku sangat tidak menyangka bahwa Kalimantan Barat punya harta seindah ini. Ikan  - ikan di permukaan laut pun sangat jelas terlihat. Pulau Lemukutan sangat recomended untuk snorkeling melihat keindahan alam laut dengan skala kedalaman yang masih dangkal.
Kunjungan kedua, aku mengunjungi daerah Tanjung Jati (bagian selatan Pulau Lemukutan) yang tak kalah indah. Terdapat penginapan, kantin, kamar mandi umum, pemukiman warga yang masih terjangkau oleh listrik, serta sebuah mesjid disana. Namun, karena keterbatasan pembangkit listrik di pulau tersebut, listrik hanya akan dinyalakan pada waktu petang hingga jam 06.00 pagi kecuali pada hari Minggu listrik dinyalakan sepanjang hari. Aku menghubungi Pak Budi (salah satu penduduk di Pulau Lemukutan)  untuk menyewa kapal klotok miliknya sekaligus mengantarkan kami untuk mengitari Pulau Lemukutan serta snorkeling di spot – spot terbaik di Pulau Lemukutan. Spot di ujung pulau setelah daerah Porok, terdapat spot menarik yakni spot terumbu karang. Banyak terumbu karang yang masih hidup maupunn yang sudah mati disana. Aku dinasehati oleh Pak Budi agar tidak menginjak terumbu karang tersebut saat snorkeling. Aku pun menyaksikan indahnya terumbu karang di laut bersama ikan ikan untuk pertama kali nya. Spot lainnya yakni spot anemon laut bersama ikan badut, untuk pertama kalinya aku menyentuh anemon laut. Pulau Lemukutan berhasil membuatku selalu rindu ingin berkunjung kembali kesana. Untuk melihat foto - foto dan tulisan yang lebih rinci tentang ceritaku di Pulau Lemukutan klik disini.

 

3. Temajuk, Kec. Paloh – Sambas
Ada surga di ekor kalimantan. Begitulah aku dan sebagian orang-orang menyebut Temajuk. Perjalanan kesana tidaklah mudah, namun lelahnya perjalanan akan terbayar apabila berhasil mencapai kawasan Temajuk. Dari kota Sambas, melewati Sekura dan penyeberangan dua kali, kemudian melewati tanah kuning yang jalannya menantang, hingga terlihat Tugu Garuda disitulah pertanda Temajuk sudah dekat. Perjalanan dari Sambas   (Kota) - Temajuk (PP) menghabiskan bensin kurang lebih 6 liter dan waktu tempuh 5 jam untuk sekali jalan. Banyak sekali penginapan yang ada di temajuk. Pemandangan yang luar biasa indahnya. Air pantai yang cukup biru, kawasan yang begitu tenang dengan penduduk pedalaman yang ramah – ramah. Spot menarik di Temajuk adalah kawasan Batu Nenek yakni kawasan batu batuan di pinggir pantai. Ada juga beberapa pondok penginapan yang unik bentuknya. Lebih serunya lagi, kita bisa berkunjung ke Sarawak - Malaysia karena lokasi cukup dekat. Ada juga gerbang perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Sebelum gerbang, ada pos TNI yang berjaga – jaga di sana, TNI disana sangat ramah. Aku pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke negara tetangga. Perjalanan menuju Sarawak tidaklah jauh, kiri kanan jalan adalah pohon karet. Sampainya di pinggiran pantai Telok Melano (Sarawak), aku membeli minuman di salah satu warung yang ada disana. Ternyata uang rupiah juga berlaku di daerah tersebut. Intinya, butuh kesabaran ekstra untuk mencapai Temajuk. Namun pengalaman yang menyenangkan dan keindahan Temajuk akan membayar rasa sabar serta menambah rasa syukur kita karena bisa mencapai Temajuk. Cerita tentang Temajuk yang lebih rinci dapat di klik disini.


4. Bukit Wangkang – Kubu Raya
Bukit Wangkang terletak di Air Putih, Kabupaten Kubu Raya. Melewati penyeberangan sungai di Rasau Jaya dan menempuh jarak kurang lebih tiga jam dari Kota Pontianak. Perjalanan tidaklah jauh, namun rute jalan yang didominasi tanah kuning dan tandus karena terletak di kawasan kebun kelapa sawit, sehingga pengendara harus berhati – hati dan tidak terlalu ngebut disana. Bukit Wangkang terletak di kawasan pemukiman warga yang di dominasi suku Dayak dan Cina yang ramah – ramah dan sangat welcome ketika ada pengunjung yang datang. Pengunjung bisa menyimpan motor di depan rumah warga. Dan tentunya, sebelum mendaki hendaknya izin dan melapor terlebih dahulu dengan warga atau RT setempat. Pendakian untuk mencapai puncak menghabiskan waktu dua jam apabila berjalan santai. Ada tiga mata air di Bukit Wangkang yang bisa kita minum apabila bekal air minum kita sudah habis. Rute pendakian agak curam namun tidak perlu tali untuk mendaki. Bukit Wangkang memiliki tinggi kurang lebih 343 mdpl, sangat recomended untuk pendaki pemula atau bagi pengunjung yang memiliki waktu libur yang singkat karena perjalanan ke Bukit Wangkang memungkinkan untuk pulang di siang atau sore hari. Puncak di Bukit Wangkang adalah sebuah batu besar. Pengunjung akan disuguhi pemandangan kebun kelapa sawit dan pepohonan yang indah. Bukit Wangkang masih terjaga keindahannya karena termasuk dalam wilayah tanah adat, dimana tanah tersebut sangat terjaga kelestariannya. Walaupun singkat, namun perjalanan ke Bukit Wangkang sangat berkesan bagiku dan teman – temanku. Kalimantan selalu punya cerita indah apabila kita mau menjelajahinya.



Tulisan di atas hanyalah empat dari ratusan obyek wisata Kalimantan Barat yang luar biasa mempesona. Semoga kita masih bisa diberi kesempatan untuk melihat Kalimantan Barat dengan setiap sudutnya yang indah. Mari kita sayangi dan kita jaga tanah Kalimantan Barat milik kita, agar kita selalu bisa menikmati keindahannya bersama anak dan cucu kita nanti. Ini ceritaku tentang pesona Kalimantan Barat, mana ceritamu?


#PesonaKalbar2017 #ObyekWisata #KalimantanBarat #Jewita #BloggerBorneo

No comments:

Post a Comment