The Owner

My photo
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hi! Welcome to Gristia's whole world. I'm 18, a student who majoring statistics, traveler in part time, teenager in full time. More about me? Let's be friend just contact me on my web. Enjoy ;)

Wednesday, July 4, 2012

Kiamat Internet?


=========SERANGAN GLOBAL 9 JULI 2012===========

Bersiap, Internet Mati Tanggal 9 Juli

Menurut Msn.com, FBI menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas penonaktifan internet pada tanggal 9 Juli mendatang. FBI menyebut hari tersebut dengan sebutan Internet Doomsday atau hari kiamat internet.

Ada apa gerangan? Hal tersebut dikarenakan laporan sebuah serangan trojan yang akan menyapu bersih semua jaringan internet dunia seperti tsunami. Trojan yang bernama DNSCharger Trojan tersebut merupakan ciptaan dari cybercriminal dari Estonia. Trojan ini akan menginfeksi semua PC berbasis Windows dan Mac serta merusak router yang terhubung dengan internet.

Sekarang ini menurut catatan Internetidentity.com, terdapat 4 juta komputer dan router yang terhubung dengan internet. DNSCharger Trojan juga pernah melumpuhkan kurang lebih 500 ribu PC dan Mac di tahun 2007 silam.

Antisipasi terbaik memang memutus segala koneksi komputer atau gadget dari internet pada tanggal 9 mendatang. Walau beredar kabar lain bahwa kabar ini hanya isu belaka. Namun, tak ada salahnya waspada.

Cara lain seperti yang disarankan FBI adalah melakukan tiga langkah antisipasi, yakni:

1. Memeriksa semua pengaturan di dalam komputer.
2. Menggunakan atau mengaktifkan antivirus terbaik di dalam perangkat komputer
3. Memeriksa sistem dalam komputer yang terhubung dengan internet

ini jawabannya :

KOMPAS.com - Kini, pengguna tak perlu takut ancaman virus "9 Juli" yang dikabarkan akan memblokir akses internet pada tanggal tersebut.

Situs mesin pencari Google ikut andil memperingatkan pengguna dalam mendeteksi virus DNS Changer yang bisa membuat komputer "bingung," sehingga pengguna komputer menganggap koneksi internetnya terputus setelah tanggal 9 Juli 2012.

Jika komputer pengguna terinfeksi DNS Changer, lalu melakukan pencarian menggunakan Google, maka Google akan memberi tahu bahwa komputer tersebut dijangkiti DNS Changer.

"Peringatan itu akan muncul di atas kolom kata kunci usai pengguna melakukan pencarian," kata teknisi keamanan Google, Damian Menscher kepada situs teknologi CNet.

Peringatan yang diberikan Google berbunyi: "We believe that your computer is infected with malicious software. If you don't take action, you might not be able to connect to the internet in the future." yang artinya kira-kira demikian, "Kami percaya komputer Anda terinfeksi program jahat. Jika Anda tidak mengambil tindakan, Anda mungkin tidak dapat terkoneksi internet di masa mendatang".

Google membantu pengguna mendeteksi DNS Changer

Program jahat DNS Changer ditemukan pada akhir 2011 lalu. FBI dan kepolisian Estonia berhasil menangkap beberapa penjahat cyber yang membuat program DNS Changer, dari perusahaan asal Estonia, Rove Digital, pada 8 November 2011.

Rove Digital menyebar virus DNS Changer dengan berbagai cara, mulai dari mengunjungi situs tertentu ataupun mengklik iklan online, yang semua itu telah disisipi DNS Changer.

Program jahat yang menyerang sistem operasi Windows dan Mac ini, mengubah konfigurasi Domain Name Server (DNS) pada komputer korban, dan diam-diam mengerahkannya ke server DNS palsu.

Saat ini masih ada jutaan komputer yang terinfeksi DNS Changer dan masih terhubung ke DNS palsu tersebut.

FBI sudah menyita server DNS palsu Rove Digital dan masih mengamankannya.

Karena ini adalah server DNS palsu yang sarat akan tindakan penyalahgunaan, penegak hukum Amerika Serikat memerintahkan FBI untuk mematikan server DNS palsu Rove Digital itu pada 9 Juli 2012. Dan, akibatnya, korban-korban DNS Changer akan kesulitan mengakses internet.

Tanpa DNS, pengguna internet tidak bisa mengakses sebuah situs dengan mengetik alamat situs web-nya, misalnya google.com, facebook.com, atau wordpress.com.

Untuk mengakses situs web tanpa DNS, pengguna harus memasukkan alamat Internet Protocol (IP) situs yang ingin dikunjungi. Masalahnya, tidak semua pengguna internet tahu dan hafal nomor IP address situs web. Hal ini akan membuat seseorang kesulitan mengakses internet, atau berpikir bahwa jaringan internetnya terputus.

KompasTekno sebelumnya telah membuat sebuah artikel tentang cara untuk mengetahui apakah komputer Anda terinfeksi DNS Changer atau tidak. — di mbah Google.